Perizinan Frekuensi Radio

Perizinan Frekuensi Radio Dinas Tetap dan Bergerak Darat, terdiri dari :

  • DINAS TETAP (microwave link, komunikasi HF, wireless broadband, dll.)
  • DINAS BERGERAK DARAT (radio trunking, komunikasi data, sistem komunikasi radio konvensiona/komrad/konsesi dengan perangkat repeater, rig/mobile-unit, Handy-Talky (HT), dll.)

A. TATA CARA PERIZINAN FREKUENSI RADIO DINAS TETAP DAN BERGERAK DARAT

Tata cara dan prosedur permohonan izin penggunaan frekuensi radio dinas tetap dan bergerak darat dapat di lihat pada diagram alir dibawah ini.

Standar mutu waktu proses izin penggunaan frekuensi radio dinas tetap dan bergerak darat dapat di lihat pada gambar dibawah ini.

B. PERSYARATAN PERMOHONAN ISR BARU

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika
  2. Fotocopy akta pendirian badan hukum beserta salinan pengesahan dan akta perubahan terakhir
  3. Perangkat yang digunakan telah memiliki sertifikat
  4. Data administrasi dan data teknis secara lengkap dan benar termasuk gambar konfigurasi jaringan dan peta lokasi stasiun radio.

Formulir isian ISR dapat diunduh disini.

C. PERSYARATAN PERMOHONAN ISR PERPANJANGAN

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika
  2. Membayar BHP frekuensi radio tahunan
  3. Menyampaikan perubahan data administrasi dan data teknis sebelum jatuh tempo masa laku izin tahunan berakhir (apabila ada).

ISR Perpanjangan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diajukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum jangka waktu ISR berakhir.

D. PERSYARATAN PERMOHONAN ISR PERLUASAN ISR

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika
  2. Fotocopy ISR eksisting
  3. Perangkat yang digunakan telah memiliki sertifikat
  4. Data administrasi dan data teknis secara lengkap dan benar termasuk gambar konfigurasi jaringan dan peta lokasi stasiun radio.

Formulir isian ISR dapat diunduh disini.

E. PERSYARATAN PERMOHONAN PERUBAHAN DATA (MUTASI)

  1. Mutasi dengan analisa teknis sama dengan permohonan ISR Baru atau ISR Perluasan.
  2. Mutasi tanpa analisa teknis
    1. Surat permohonan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika
    2. Fotocopy ISR eksisting
    3. Fotocopy dokumen pendukung lainnya, antara lain: izin penyelenggaraan telekomunikasi.

 

Sumber:  Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika